4 Jun 2011

Kami Tidak Mentahdzir Masyaikh, Namun Kami Mentahdzir Penyelenggara Daurah Adalah Hizbi, SyaikhDR Muhammad bin Musa AluNashrSyaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halabi
Syaikh DR Muhammad bin Musa Alu Nashr
Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halabi
Kata Pengantar
Berikut ini merupakan nasehat Syaikh Ali Hasan al-Halabi & SyaikhMuhammad Musa Nashr -hafizhahumallahu wa nafa'allahu bihima- kepada salafiyin & orang-orang yg terpengaruh dg manhaj Haddadiyin yg mereka sampaikan di "National Salafee Conference 2004" Brixton tahun kemarin. Sengaja, kami menterjemahkan nasehat mereka karena keadaan dakwah salafiyah di Inggris, & belahan dunia negeri lainnya (innalillahi wa inna 'ilaihi raji'un) tidaklah jauh berbeda dg negeri kita ini.
Masih membekas "Dauroh Ilmiyahfi Masa`ilil Ilmiyyah wal Manhajiyah" yg diadakan oleh Ma'had Ali Al-Irsyad yg digagas oleh Fadhilatul Ustadz Abu Auf Abdurrahman bin Abdil Karim at-Tamimi as-Salafi & asatidzah salafiyah lainnya, ditahdzir & dijarh oleh orang-orang yg tdk bertanggung jawab, para pendengki & barisan sakit hati yg terpengaruh dg manhaj Haddadiyah al-Halikah (yang membinasakan)
Semoga nasehat syaikh Ali Hasan& syaikh Muhammad Musa Nashr ini, dapat menjadi air segar & embun yg sejuk, yg dapat membasahi & mendinginkan hati kita agar lebih istiqomah di jalan dakwah salafiyah, yg terbebas dari hizbiyah, harokiyah, terutamasururiyah & haddadiyah. . . Semoga kita terhindar dari manhaj tamyi' & ghuluw, dari sikap tasaahul & tasyadud, semoga dakwah kita bisa menjadidakwah yg mubarokah, yg menegakkan hujjah & bayan dg hikmah sehingga ummat mau menerimanya, bukan dakwah yg syiddah & anfah (bengis) yg hanya mampu membawa kepada tanfir (larinya ummat) dari kebenaran. .. Semoga Allah melindungi kita dari manhaj yg rusak & binasa, manhajnya haddadiyah al-maqitahyg membawa bencana kepada fitnah ikhtilaf & iftiroq, ashobiyah syakhshiyah (fanatik kepada perseorangan) & tabdi' (memvonismubtadi'), tajrih (mencela), tahjir (mengisolir/memboikot) serta muqotho'ah (memutuskan hubungan silaturrahim) yg kini menjangkiti sebagian saudara-saudara kita salafiyin, Allahu yahdihim!!!
Pertanyaan.
Apa yg kita katakan kepada mereka yg mentahdzir dauroh ini ("The National Salafi Conference 2004" di Brixton) yg mana mereka mengatakan bahwa "kami tdk mentahdzir masyaikh namun kamimentahdzir Masjid & panitia yg mengorganisir Dauroh, karena mereka adalah hizbi?"
Jawaban.
. Syaikh DR Muhammad bin Musa Alu Nashr
Ini saatnya bagi seorang Muslim utk berfikir dg akalnya & menggunakan akalnya secara baik& meninggalkan taklid. Suatu hal yg membuat saya heran adalah, apakah kalian mempercayai bahwa orang-orang yg terlibat dg hizbiyah akan mencintai ulama & murid-murid mereka? Apakah mereka akan mengundang murid-murid yg telah belajar kepada ulama-ulama besar ini, supaya hadir & memberikan ceramah? Apakah kalian mempercayai hal ini?? Hal ini adalah dua hal yg saling berlawanan yg tdk mungkindapat bersama.
Jika kalian katakan bahwa saudara-saudara yg mengorganisir Dauroh ini (ikhwan dari Masjid al-Ghuroba, Luton, Inggris, pent) memiliki kehizbiyahan tertentu, maka jelaskan pd kami & kepada mereka, karena agama ini berdasarkan di atas nasihat yg tulus. Apakah kita tdk seharusnya melaksanakan apa yg diwasiatkanAllah kepada kita, yaitu utk saling berwasiat kepada kebenaran & saling berwasiat di atas kesabaran? Dan saling mengajak kepada kebenaran & kesabaran daripada bersembunyi di balik tembok?
Ini adalah suatu musykilah (problema), setelah malam berganti siang, tidaklah mungkin menuduh seseorang sebagai hizbiyah tanpa bukti, & ucapan ini sangat jauh dari adanya bukti, tdk ada bukti pd ucapan mereka! Dan kita -alhamdulillah- adalah orang yg paling berhasrat menyingkirkan hizbiyah & memeranginya dg segala hal yg mampu kita lakukan. Kita telah dikenal dg (sikap seperti ini terhadap hizbiyah) & kita tdk dikenal sebagai orang yg menggadaikan agama kita & bekerjasama dg mereka (hizbiyun).
Jawaban
. Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halabi
Tahun kemarin, tuduhan ini sedikitberbeda. Tahun kemarin yg terjadiadalah masyaikh, Lajnah (panitia) yg mempersiapkan dauroh & Masjid seluruhnya adalah hizbi. Tahun ini, ada suatu hal yg agak sedikit berbeda, dimana masyaikhtdk lagi hizbi, namun Masjidnya masih hizbi. Tahun kemarin kami hadir, beberapa orang bahkan tdk mau mengucapkan salam kepada kami. Kami datang menempuh perjalanan dari jarak yg jauh & waktu yg lama, utk menghadiri, memberikan ceramah & ambil bagian di Dauroh ini. Mereka mengatakan kepada kami, bahwa kami bingung terhadap dakwah & kami kami tdk jelas (manhajnya), namun kami adalah orang yang. . .kami di sini tdk bermaksud memuji diri kami sendiri namun ini adalah perkataan yg benar, bahwa setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala menanamkan akar dakwah (salafiyah) pd negeri ini lebih dari 10 tahun yg lalu, & bahkan kami telah datang ke sini semenjak itu.
Apa yg menyebabkan mereka merubah tuduhan mereka? Dengan satu alasan, yaitu bahwa bangunan mereka mempunyai suatu kelemahan, bangunan tersebut tdk begitu kuat sebagaimana kami datang sebelumnya. Nasehat kami kepada mereka adalah, takutlah kepada Allah terhadap diri merekasendiri & terhadap saudara mereka. Duduklah kalian sejenak& muhasabahlah, karena hati seorang hamba berada diantara dua jari jemari ar-Rahman. Serigala akan memangsa domba yg tersesat dari kawanannya.
Jadi. . . yg tampak dari pertanyaanini adalah, mereka telah melihat orang-orang yg hadir pd dauroh tahun ini, & kenyataannya bahwa orang-orang yg hadir di dalam dauroh ini tdk mampu ditampung oleh Masjid, sehingga rasa dengki& hasad memasuki hati mereka, &mereka menuduh ikhwan yg mengatur dauroh ini adalah hizbiyah.
Yang seharusnya kita lakukan adalah, kita harus meyakinkan supaya hati kita terikat dg para masyaikh salafiyah. Orang-orang seperti ini (yang menuduh) suatu hari akan dipermalukan / jika Allah menghendaki, mereka akan bergabung dg kita di jalan dakwah. Segala hal yg telah kami ucapkan ini, tdk berarti bahwa kita tdk dapat memberikan nasehat & kritik yg membangun, kritik yg akan memperbaiki hubungan & orang-orang yg kita berhubungan dengannya.
Kita semua ini adalah manusia & kita semua berbuat kesalahan, namun menuduh seseorang tanpa ada bukti, maka tuduhan tak berdasar tidaklah diterima di dalam agama. Kami telah katakanberulang kali, supaya tdk (meniti) kepada jalan ini, manhaj ini & orang yg mempraktekan manhaj /jalan ini, dia tidaklah menghancurkan seorangpun melainkan dirinya sendiri. Oleh karena itu, kita harus menutup pintu dari mentalitas yg seperti ini, jika seseorang menyimpang ke kanan / ke kiri maka dia harus diluruskan, namun tdk dg manhaj& jalan ini.
Kami tdk dapat menggunakan manhaj kaum sufi & mengatakan bahwa hatiku meriwayatkan kepadaku yg bersumber dari tuhanku bahwa fulan & fulan adalah begini. . . karena yg demikian ini bukanlah manhaj kita, tanpa dasar & tanpa bukti menuduh orang sesuatu yg tdk benar. Kebenaran itu lebih besar dari seorangpun diantara kami & setiap orang harus saling mengingatkan satu dg lainnya dg cara terbaik & menyeru lainnya kepada hal tersebut. (selesai)
(Sumber abusalma. blogspot. com/2005/06/nasehat-syaikh-ali-hasan-dan-syaikh. html)
Penulis: Syaikh DR Muhammad bin Musa Alu NashrSyaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halabi & diterbitkan oleh almanhaj. or. id
Dipostkan ulang :http://gammy-asqallany-al-abass.blogspot.com/
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!