16 Jun 2011

Ali bin al-Madiny (Wafat 234 H) Namanya adalah Ali bin al-Madiny seorang imam hadits terkemuka yang dapat memasuki segala pintu ilmu hadist, istimewanya pintu ilmu Rijal dan ‘ilal. Beliau telah menyusun banyak kitab yang belum pernah ada dan sukar ditandingi oleh ulama ulama yang datang sesudahnya, karena itu beliau sangat dipuji dan dihargai oleh para ulama. Sufyan bin Uyainah berkata,” Demi Allah, aku belajar dari ali lebih banyak dari pada dia belajar kepadaku ”. Abi Hatim berkata,” Ibnu Madiny seorang ulama besar dalam mema’rifati hadist dan illat illatnya .” Al Hakim dalam kitabnya Ma’rifatu Ulumil Hadits menyebutkan sejumlah karangan ibn Madiny yang membuktikan bahwa beliau ini sangat luas ilmunya dalam bidang Ulumul hadits. Diantara kitab kitabnya adlah Kitabu Madzhabibil Muhadditsin dan kita Al-‘Ilal al-Mutafarriqah yang terdiri dari 30 Juz dan kita Ikhtilaful hadist yang terdiri dari 5 juz. Al-Hakim berkata,” S ebagian dari karangan Ali bin al Madiny yang menunjukan kepada keluasan ilmunya dalam bidang hadist, ialah kitab al-Asmau wal Kuna, Kitab adldlu’afa, Kitab al-Mudallisin, Kitab at Thabaqat, ‘Ilalul Musnad,Ilal Hadiits Ibn Uyainah. Kesemuanya itu menunjukan kepada ketinggian Ilmunya . Ia wafat pada tahun 234 H di Samari. Disalin dari Biografi Ali bin al-Madiny dalam Tahdzibul Asma an Nawawi 1/350, Tahdzib at Tahdzib Ibn Hajar asqalanii 323 2:Yahya bin Ma’in (wafat 223 H) Namanya Yahya bin Ma’in, ia seorang tokoh hadits yang empat yang berilmu luas dalam bidang hadits, tokoh yang empat itu adalah Ahmad bin Hanbal, Yahya bin Ma’in, Ali bin al Madiny dan Abu Bakar bin Syaibah. Yahya bin Ma’in belajar hadits dari ibn Mubarak , Ibnu Juraij, Ibn Madiny, Ibnu Uyainah, Wakie’ danlainnya. Semua ulama hadits mengakui ketinggian ilmu beliau dalam bidang hadits, istimewa dalam bidang Jarah dan Ta’dil. Ia sangatbersungguh sunguh dalam menelitipara perawi hadits. Ibnu Madiny berkata,” Belum pernah saya melihat diantara para ulama, orang seperti Yahya ”. sedangkan Al Hakim menggolongkan beliau ini ke dalam fuhaqa muhadditsin. Ia wafat di Madinah pada tahun 223 H dan dimakamkan di Baqi. Disalin dari Biografi Yahya bin Ma’in dalamTahdzibul Asma an Nawawi 1/350, Tahdzib at Tahdzib Ibn Hajar asqalanii 322 3:Abu Bakar bin Abi Syaibah (Wafat 235H) Namanya sebenarnya adalah Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah al Kufy, seorang hafidh yang terkenal. Ia menerima hadist dari al-Ahwash, Ibnu Mubarak, Syarik, Husyaim, Jarir, Wakie’, Ibnu Uyainah, Ibnu Mahdy, Ibnul Qaththan, Zaid bin Harun dan lainnya. Diantara yang menerima hadist dari padanya adalah al Bukhary, Muslin, Abu Daud, dan Ibnu Majah. Diantara yang mengeluarkan hadistuntuknya dengan perantaaan Ahmad adalah an-Nasa’iy, Ahmadbin Hambal, Muhammad ibnu Sa’ad, Abu Zur’ah, Abu Hatim Abdullah bin Ahmad Ibrahim al-Harby. Para ulama sepakat bahwa Abu Bakar bin Abi Syaibah seorang yangkuat hapalannya. Dan dipuji oleh banyak ulama. Abul Ubaid al-Qasim berkata,” Puncak ilmu dipegang oleh 4 orang yaitu Ibn Abi Syaibah orang yang cakap penyebut hadist, Ahmad adalah orang yang paling pandai memahami hadist, Yahya orang yang paling banyak mengumpulkanhadist dan Ali bin al-Madiny orang yang alim akan hadist. Dan yang paling hapal takala ada Mudzakarah adalah Abu Bakar bin Abi Syaibah. Abu Zur’ah ar Razy berkata,” Belum pernah saya melihat orang yang hapal dari pada Abu Bakar binAbi Syaibah . Ibnu Hibban berkata,” Ibn Abi Syaibah adalah seorang yang hafidh yang sangat kuat hapalannya, dia salah seorang dari ulama yang menulis hadist, mengumpulkan dan meyusun kitab, bermudzakarah. Dia adalah ulama yang paling hafidh bagi hadist maqthu ”. Ia wafat pada tahun 235 H. Disalin dari Biografi Ibn Abi Syaibah dalam Tahdziib at tahdzib Ibn Hajarasqalanii 6/22
print this page Print this page

Categories:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!