Perkataan ini BANYAK SEKALI KESALAHAN FATAL,
diantaranya:
1. Yang benar adalah NIAT YANG BENAR/JUJUR dan adanya AMALAN SHALIH.
Tidak boleh orang yang MALAS BERAMAL berhujjah dengan niat. Sebagaimana seorang yang shalat, ketika diseru untuk shalat, maka iaberkata: “Yang penting niatlah!!”
Hal ini jelas salah! Karena Rasulullah bersabda:
إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَمْوَالِكُمْ وَ لَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ
“Sesungguhnya Allah tidak akan melihat rupa dan harta kekayaan kalian. Allah hanya akan melihat kepada HATI dan AMAL kalian.”
(HR. Muslim no. 2564)
Kemudian, apakah orang yang berkata demikian JUJUR dalam perkataannya?! Yaitu bahwasanya apa yang mereka katakan tersebutbenar-benar ada dalam hatinya?!
Padahal Allah berfirman tentang orang-orang munafiq:
وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ
Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,”pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
(al Baqarah: 8)
Maka bisa jadi orang yang demikian mengatakan dengan lisannya “YANG PENTING NIAT”, namun didalam hatinya justru TIDAK ADA NIAT atau tekad kuat tentang apa yang ia ucapkan tersebut. Sehingga ia hanyalah seorang pembual dan pendusta.
Sebagaimana disebutkan dalam firmanNya:
إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ
Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “Kami mengakui, bahwasesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah”.
وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ
Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu BENAR-BENAR PENDUSTA.
(Al-Munaafiqun: 1)
Karena kalaulah niat mereka benar, pastilah niat tersebut akan nampak dalam amalan-amalan mereka. Maka apakah YANG MENGHALANGI mereka dalam beramal sehingga mereka selalu berhujjah “yang penting niat”?!
diantaranya:
1. Yang benar adalah NIAT YANG BENAR/JUJUR dan adanya AMALAN SHALIH.
Tidak boleh orang yang MALAS BERAMAL berhujjah dengan niat. Sebagaimana seorang yang shalat, ketika diseru untuk shalat, maka iaberkata: “Yang penting niatlah!!”
Hal ini jelas salah! Karena Rasulullah bersabda:
إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَمْوَالِكُمْ وَ لَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ
“Sesungguhnya Allah tidak akan melihat rupa dan harta kekayaan kalian. Allah hanya akan melihat kepada HATI dan AMAL kalian.”
(HR. Muslim no. 2564)
Kemudian, apakah orang yang berkata demikian JUJUR dalam perkataannya?! Yaitu bahwasanya apa yang mereka katakan tersebutbenar-benar ada dalam hatinya?!
Padahal Allah berfirman tentang orang-orang munafiq:
وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ
Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,”pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
(al Baqarah: 8)
Maka bisa jadi orang yang demikian mengatakan dengan lisannya “YANG PENTING NIAT”, namun didalam hatinya justru TIDAK ADA NIAT atau tekad kuat tentang apa yang ia ucapkan tersebut. Sehingga ia hanyalah seorang pembual dan pendusta.
Sebagaimana disebutkan dalam firmanNya:
إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ
Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “Kami mengakui, bahwasesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah”.
وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ
Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu BENAR-BENAR PENDUSTA.
(Al-Munaafiqun: 1)
Karena kalaulah niat mereka benar, pastilah niat tersebut akan nampak dalam amalan-amalan mereka. Maka apakah YANG MENGHALANGI mereka dalam beramal sehingga mereka selalu berhujjah “yang penting niat”?!




0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.