5 Jun 2011

Terapi Rasulullah Dalam Penyembuhan Penyakit Al-Isyq (Cinta), Ibnu QayyimAl-Jauziyah

Mukaddimah
Virus hati yg bernama cinta ternyata telah banyak memakan korban. Mungkin anda pernah mendengar seorang remaja yg nekat bunuh diri disebabkan putuscinta, / tertolak cintanya. Atau anda pernah mendengar kisah Qeis yg tergila-gila kepada Laila. Kisah cinta yg bermula sejak mereka bersama mengembala domba ketika kecil hingga dewasa. Akhirnya sungguh tragis, Qeis benar-benar menjadi gila ketika laila dipersunting oleh pria lain. Apakah anda pernah mengalami problema seperti ini / sedang mengalaminya? mau tau terapinya? Mari sama-sama kita simak terapi mujarab yg disampaikan Ibnu Qoyyim dalam karya besarnya Zadul Ma'ad.
Beliau berkata: Gejolak cinta adalah jenis penyakit hati yg memerlukan penanganan khusus disebabkan perbedaannya dg jenispenyakit lain dari segi bentuk, sebab maupun terapinya. Jika telah menggerogoti kesucian hati manusia & mengakar di dalam hati, sulit bagi para dokter mencarikan obat penawarnya & penderitanya sulit disembuhkan.
Allah mengkisahkan penyakit ini didalam Al-Quran tentang dua tipe manusia, pertama wanita & keduakaum homoseks yg cinta kepada mardan (anak laki-laki yg rupawan). Allah mengkisahkan bagaimana penyakit ini telah menyerang istri Al-Aziz gubernur Mesir yg mencintai Nabi Yusuf, & menimpa Kaum Luth. Allah mengkisahkan kedatangan para malaikat ke negeri Luth
Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dg gembira (karena) kedatangan tamu-tamu itu. Luth berkata: "Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku), & bertakwalah kepada Allah & janganlah kamu membuat aku terhina ". Mereka berkata: "Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?" Luth berkata: "Inilah puteri-puteri (negeri) ku (kawinlah dg mereka),jika kamu hendak berbuat (secara yg halal)". (Allah berfirman):"Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)". (Al-Hijr: 68-72)
KEBOHONGAN KISAH CINTA NABI DENGAN ZAINAB BINTI JAHSY
Ada sekelompok orang yg tdk tahumenempatkan kedudukan Rasul sebagaimana layaknya, beranggapan bahwa Rasulullah tak luput dari penyakit ini sebabnya yaitu tatkala beliau melihat Zaenab binti Jahsy sambil berkata kagum: Maha Suci Rabb ygmembolak-balik hati, sejak itu Zaenab mendapat tempat khusus di dalam hati Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, oleh karena itu Beliau berkata kepada Zaid bin Haritsah: Tahanlah ia di sisimu hingga Allah menurunkan ayat:
“Artinya: Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yg Allah telah melimpahkan ni`mat kepadanya & kamu (juga) telah memberi ni`mat kepadanya:"Tahanlah terus isterimu & bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yg Allah akan menyatakannya, & kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yg lebih berhak utk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap isterinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dg dia supaya tdk ada keberatan bagi orang mu'min utk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telahmenyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi” (Al-Ahzab:37)
Sebagain orang beranggapan ayat ini turun berkenaan kisah kasmaran Nabi, bahkan sebagian penulis mengarang buku khusus mengenai kisah kasmaran para Nabi & meyebutkan kisah Nabi ini di dalamnya. Hal ini terjadi akibat kejahilannya terhadap Al-Quran & kedudukan para Rasul, hingga ia memaksakan kandungan ayat apa-apa yg tdk layak dikandungnya & menisbatkan kepada Rasulullah suatu perbuatan yg Allah menjauhkannya dari diri Beliau .
Kisah sebenarnya, bahwa Zainab binti Jahsy adalah istri Zaid ibn Harisah . –bekas budak Rasulullah– yg diangkatnya sebagai anak & dipanggil dg Zaid ibn Muhammad. Zainab merasa lebih tinggi dibandingkan Zaid. Oleh Sebab itu Zaid ingin menceraikannya. Zaid datang menemui Rasulullah minta saran utk menceraikannya, maka Rasulullah menasehatinya agar tetap memegang Zainab, sementara Beliau tahu bahwa Zainab akan dinikahinya jika dicerai Zaid. Beliau takut akan cemoohan orang jika mengawini wanita bekas istri anak angkatnya. Inilah yg disembunyikan Nabi dalam dirinya, & rasa takut inilah yg tejadi dalam dirinya. Oleh karena itu di dalam ayat Allah menyebutkan karunia yg dilimpahkanNya kepada Beliau & tdk mencelanya karena hal tersebut sambil menasehatinya agar tdk perlu takut kepada manusia dalam hal-hal yg memang Allah halalkan baginya sebab Allah-lah yg seharusnya ditakutinya. Jangan Sampai beliau takut berbuat sesuatu hal yg Allah halalkan karena takut gunjingan manusia, setelah itu Allah memberitahukannya bahwa Allah langsung yg akan menikahkannya setelah Zaid menceraikan istrinya agar Beliau menjadi contoh bagi umatnya mengenai kebolehan menikahi bekas istri anak angkat, adapun menikahi bekas istri anak kandung maka hal ini terlarang. sebagaimana firman Allah:
"Artinya: Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu" (Al-Ahzab: 40)
Allah berfirman di pangkal surat ini:
"Artinya: Dan Dia tdk menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja" (Al-Ahzab: 4)
Perhatikanlah bagaiamana pembelaan terhadap Rasulullah ini, & bantahan terhadap orang-orang yg mencelanya. Wabillahi at-Taufiq.
Tidak dipungkiri bahwa Rasulullahsangat mencintai istri-istrinya. Aisyah adalah istri yg paling dicintainya, namun kecintaannya kepada Aisyah & kepada lainnya tdk dapat menyamai cintanya tertinggi, yaitu cinta kepada Rabbnya. Dalam hadis shahih:
"Artinya: Andaikata aku dibolehkan mengambil seorang kekasih dari salah seorang penduduk bumi maka aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai kekasih"
KRITERIA MANUSIA YANG BERPOTENSI TERJANGKIT PENYAKIT AL-ISYQ
Penyakit al-isyq akan menimpa orang-orang yg hatinya kosong dari rasa mahbbah (cinta) kepada Allah, selalu berpaling dariNya & dipenuhi kecintaan kepada selainNya. Hati yg penuh cinta kepada Allah & rindu bertemu dengaanNya pasti akan kebal terhadap serangan virus ini, sebagaimana yg terjadi dg Yusuf alaihis salam:
"Artinya ; Sesungguhnya wanita itutelah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dg Yusuf, & Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dg wanita itu andaikata dia tiada melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kamimemalingkan daripadanya kemungkaran & kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yg terpilih" (Yusuf: 24)
Nyatalah bahwa Ikhlas merupakan immunisasi manjur ygdapat menolak virus ini dg berbagai dampak negatifnya berupa perbuatan jelek & keji. Artinya memalingkan seseorang dari kemaksiatan harus dg menjauhkan berbagai sarana yg menjurus ke arah itu .
Berkata ulama Salaf: penyakit cinta adalah getaran hati yg kosong dari segala sesuatu selain apa yg dicinta & dipujanya. Allah berfirman mengenai Ibu Nabi Musa:
"Artinya ; Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tdk Kami teguhkan hatinya" (Al-Qasas:11)
yaitu kosong dari segala sesuatu kecuali Musa karena sangat cintanya kepada
Musa & bergantungnya hatinya kepada Musa.
BAGAIMANA VIRUS INI BISA BERJANGKIT?
Penyakit al-isyq terjadi dg dua sebab, Pertama: Karena mengganggap indah apa-apa yg dicintainya. Kedua: perasaan ingin memiliki apa yg dicintainya. Jika salah satu dari dua faktor ini tiadaniscaya virus tdk akan berjangkit. Walaupun Penyakit kronis ini telahmembingungkan banyak orang & sebagian pakar berupaya memberikan terapinya, namun solusi yg diberikan belum mengena.
MAKHLUK DICIPTAKAN SALING MENCARI YANG SESUAI DENGANNYA
Berkata Ibn al-Qayyim: ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala dg hikmahNya menciptakan makhlukNya dalam kondisi saling mencari yg sesuai dengannya, secara fitrrah saling tertarik dg jenisnya, sebaliknya akan menjauh dari yg berbeda dengannya.
Rahasia adanya percampuran & kesesuaian di alam ruh akan mengakibatkan adanya keserasian serta kesamaan, sebagaimana adanya perbedaan di alam ruh akan berakibat tdk adanya keserasian & kesesuaian. Dengan cara inilah
tegaknya urusan manusia. Allah befirman:
"Artinya: Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yg satu & daripadanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya” (Al-A'raf:189)
Dalam ayat ini Allah menjadikan sebab perasaan tentram & senangseorang lelaki terhadap pasangannya karena berasal dari jenis & bentuknya. Jelaslah faktor pendorong cinta tdk bergantung dg kecantikan rupa, & tdk pula karena adanya kesamaan dalam tujuan & keingginan, kesamaan bentuk & dalam mendapat petunjuk, walaupun tdk dipungkiri bahwa hal-hal ini merupakan salah satu penyebab ketenangan& timbulnya cinta.
Nabi pernah mengatakan dalam sebuah hadisnya:
"Artinya: Ruh-ruh itu ibarat tentarayg saling berpasangan, yg saling mengenal sebelumnya akan menyatu & yg saling mengingkari akan berselisih "
Dalam Musnad Imam Ahmad diceritakan bahwa asbabul wurud hadis ini yaitu ketika seorang wanita penduduk Makkah yg selalu membuat orang tertawa hijrah ke Madinah ternyata dia tinggal & bergaul dg wanita yg sifatnya sama sepertinya yaitu senang membuat orang tertawa. Karena itulah nabi mengucapkan hadis ini.
Karena itulah syariat Allah akan menghukumi sesuatu menurut jenisnya, mustahil syariat menghukumi dua hal yg sama dg perlakuan perbeda / mengumpulkan dua hal yg kontradiktif. Barang siapa yg berpendapat lain maka jelaslah karena minimnya ilmu pengetahuannya terhadap syariat ini / kurang memahami kaedah persamaan & sebaliknya.
Penerapan kaedah ini tdk saja berlaku di dunia lebih dari itu akan diterapkan pula di akhirat, Allah berfirman:
"Artinya: (kepada malaikat diperintahkan): Kumpulkanlah orang-orang yg zalim beserta teman sejawat mereka & sembahan-sembahan yg selalu mereka sembah" (As-Shaffat: 23)
Umar ibn Khtaab & seteelahnya Imam Ahmad pernah berkata mengenai tafsiran wajahum yaitu yg sesuai & mirip dengannya . Allah juga berfirman
"Artinya: Dan apabila jiwa dipertemukan" (At-Takwir: 7)
yaitu setiap orang akan digiring dgorang-orang yg sama prilakunya dengannya, Allah akan menggiringantara orang-orang yg saling mencintai kareNya di dalam surga& akan menggiring orang orang ygsaling bekasih-kasihan diatas jalan syetan di neraka Jahim, tiap oran akan digiring dg siapa yg dicintainya mau tdk mau. Di dalammustadrak Al-Hakim disebukan bahwa Nabi bersabda:
"Artinya: Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum kecuali akan digiring bersama mereka kelak"
(Diterjemahkan oleh: Ustadz Ahmad Ridwan,Lc (Abu Fairuz Al-Medani), Dari kitab: Zadul Ma'adFi Hadyi Khairi Ibad, Juz 4, halaman 265-274, Penulis Ibnu Qayyim Al-Jauziah)
__ Foote Note
. Ini berita batil yg diriwayatkan oleh Ibn Sa'ad dalam at-Tabaqat/101-102, & al-Hakim 3/23 dari jalan Muhammad ibn Umar al Waqidi seorang yg Matruk(ditinggalkan)– & sebagian menggapnya sebagai pemalsu hadis, dari Muhakmmad ibn Yahya ibn Hibban–seorang yg siqah –namun riwayat yg diriwayatkannya dari Nabi sekuruhnya mursal. Kebatilah riwayat ini telah diterangkan oleh para ulama almuhaqqiqin. Merekaberkata: Penukil riwayat ini & yg menggunakan ayat ini sebagai dalil terhadap prasangka buruk mereka mengenai Rasulullah sebenranya tdk meletetakkan kedudukan kenabian Rasulullah sebagaimana layaknya, & tdk mengerti makna kemaksuman Beliau. Sesungguhnya yg disembunayikan Nabi di dalam dirinya & belakangan Allah nampakkan adalah berita yg Allah sampaikan padanya bahwa kelak Zaenab akan menjadi istrinya. Faktor yg membuat nabi menyembunyikan berita ini tdk lain disebabkan perasaan takut beliau terhadap perkataan orang bahwa Beliau tega menikahi istri anak angkatnya . Sebenarnya dg kisah ini Allah ingin membatakan tadisi jahiliyyah ini dalam hal adopsi , yaitu dg menikahkan Rasulullah dg istri anak angkatnya. Peristiwa yg terjadi dg Rasulullah ini sebagai pemimpin manusia akan lebih diterima & mengena di hati mereka. . Lihat Ahkam Alquran 3/1530,1532 karyaIbn Arabi & Fathul Bari 8/303, Ibn Kastir 3/492, & Ruhul Ma'ani 22/24-25.
. Hadis diriwayatkan oleh Bukhari 7/15 dalam bab fadhail sahabat Nabi, dari jalan Abdullah ibn Abbas, & diriwayatkan oleh Imam Muslim (2384) dalam Fadail Sahabat, bab keutamaan Abu Bakar, dari jalan Abdullah ibn Masud, & keduanya sepakat meriwayatkan dari jalan Abu Sa'id al-khudri.
. Hadis Riwayt Bukhari 7/267dari hadis Aisyah secara muallaq, & Muslim (2638) dari jalan Abu Hurairah secara mausul
. Diriwayatkan oleh Ahmad 6/145, 160, & an-Nasai dari jalan Aisyah Bahwa Rasulullah Saw bersabda: Aku bersumpah terhadap tiga hal, Allah tdk akan menjadikan orang-orang yg memiliki saham dalam Islam sama dg orang yg tdk memiliki saham, saham itu yaitu: Sholat, puasa & zakat. Tidak lah Allah mengangkat seseorang di dunia, kemudain ada selainNya yg dapat mengankat (derajatnya) di hari kiamat. Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum kecuali kelak Allah akan menggumpulkannya bersama (di akhirat). Kalau boleh aku bersumpat terhadap yg keempat& kuharap aku tiodak berdosa dalam hal ini yaitu tidaklah seseorang memberi pakaian kepada orang lain (untuk menutupi auratnya) kecuali Allah akn memberikannya pakaian penutup di hari kiamat. Para perawi hadis ini stiqah kecuali Syaibahal-khudri (di dalam Musnad di tulis keliru dg al-isyq-hadromi). Dia meriwayatkan dari Urwah, & dia tdk di tsiqahkan kecuali oleh Ibn Hibban, namun ada syahidnya dari hadist Ibn Masud dari jalur Abu Yala, & Thabrani dari jalur Abu Umamah, dg kedua jalan ini hadis ini menjadi sahih.
Sumber:almanhaj.or.id
Dipublikasikan :http://gammy-asqallany-al-abass.blogspot.com/
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!