Pertanyaan.
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya: Sesungguhnya saya sering membaca Al-Qur’an Al-Karim, namun tdk bagus (menerapkan) hukum-hukum (takwid)-nya, seringkeliru dalam membaca. Apakah saya berdosa dg melakukan perbuatan itu?
Jawaban
Merupakan suatu kewajiban atas setiap orang muslim mempelajaaricara tilawah Al-Qur’an sampai diamengusai & membacanya sesuai dg apa yg diajarkan oleh RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallam & sesuai dg apa yg telah diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada RasulNya. Dia membacanyasesuai dg kemampuan, bila memungkinkan membacanya dg tenang & diulang-ulang sehingga betul-betul benar, maka dia mendapat dua pahala, sebagaimana yg telah dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihiwa sallam, dg sabdanya.
“Artinya: Orang yg membaca Al-Qur’an & dia terbata-bata didalamnya serta dia mengalami kesulitan, dia itu mendapat dua pahala. . ”
Maka anda wahai saudaraku, bersabarlah & tenang, ulang-ulanglah per kata beberapa kali sampai anda mampu mengucapkannya sesuai dg apa yg semestinya, meskipun anda mengalami kesulitan, karena pahalanya sangat besar. Janganlah anda coba-coba utk tergesa-gesa & melantunkan Al-Qur’an dg tdk peduli apakah salah / benar, hal seperti ini termasuk menghina firman Allah Subhanahu wa Ta’ala & kita mengetahui bahwa ini adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, Allah Subhanahu wa Ta’ala berbicara dengannya sebagaimana kita membacanya dg huruf-huruf & harakat-harakat ini &Jibril Alaihis salam menerimanya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian Jibril menyampaikannya (melalui wahyu) ke dalam hati NabiShallallahu ‘alaihi wa sallam seperti apa yg diterima dari Allah.
Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Artinya: Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yg memberi peringatan, dg bahasa Arab yg jelas” (Asy-Syu’ara: 192-195)
(Disalin dari buku 70 Fatwa Fii Ihtiraamil Qur’an, edisi Indonesia70 Fatwa Tentang Al-Qur’an, Penyusun Abu Anas Ali bin Husain Abu Luz, Penerbit Darul Haq)
___ Foote Note
. Hadits Riwayat Muslim dari AisyahRadhiyallahu ‘anha no. 244-(896),Kitab Shalah Al-Musafirin wa Qashruha bab 38
Penulis: Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan & diterbitkan oleh almanhaj. or. id
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya: Sesungguhnya saya sering membaca Al-Qur’an Al-Karim, namun tdk bagus (menerapkan) hukum-hukum (takwid)-nya, seringkeliru dalam membaca. Apakah saya berdosa dg melakukan perbuatan itu?
Jawaban
Merupakan suatu kewajiban atas setiap orang muslim mempelajaaricara tilawah Al-Qur’an sampai diamengusai & membacanya sesuai dg apa yg diajarkan oleh RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallam & sesuai dg apa yg telah diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada RasulNya. Dia membacanyasesuai dg kemampuan, bila memungkinkan membacanya dg tenang & diulang-ulang sehingga betul-betul benar, maka dia mendapat dua pahala, sebagaimana yg telah dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihiwa sallam, dg sabdanya.
“Artinya: Orang yg membaca Al-Qur’an & dia terbata-bata didalamnya serta dia mengalami kesulitan, dia itu mendapat dua pahala. . ”
Maka anda wahai saudaraku, bersabarlah & tenang, ulang-ulanglah per kata beberapa kali sampai anda mampu mengucapkannya sesuai dg apa yg semestinya, meskipun anda mengalami kesulitan, karena pahalanya sangat besar. Janganlah anda coba-coba utk tergesa-gesa & melantunkan Al-Qur’an dg tdk peduli apakah salah / benar, hal seperti ini termasuk menghina firman Allah Subhanahu wa Ta’ala & kita mengetahui bahwa ini adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, Allah Subhanahu wa Ta’ala berbicara dengannya sebagaimana kita membacanya dg huruf-huruf & harakat-harakat ini &Jibril Alaihis salam menerimanya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian Jibril menyampaikannya (melalui wahyu) ke dalam hati NabiShallallahu ‘alaihi wa sallam seperti apa yg diterima dari Allah.
Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Artinya: Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yg memberi peringatan, dg bahasa Arab yg jelas” (Asy-Syu’ara: 192-195)
(Disalin dari buku 70 Fatwa Fii Ihtiraamil Qur’an, edisi Indonesia70 Fatwa Tentang Al-Qur’an, Penyusun Abu Anas Ali bin Husain Abu Luz, Penerbit Darul Haq)
___ Foote Note
. Hadits Riwayat Muslim dari AisyahRadhiyallahu ‘anha no. 244-(896),Kitab Shalah Al-Musafirin wa Qashruha bab 38
Penulis: Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan & diterbitkan oleh almanhaj. or. id




0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.